/ / /

I dont understand why this people mesti hidup. Its not like I want it but it just made me stronger each day. I mean whenever I woke up in the morning and think how stupid they are talking shits about me and my family bila mereka tak sedar yang family dan diri mereka lebih buruk dari apa yang dia katakan pada aku.

Bodohnya. Kau proud kau gaduh dengan mak kau sedangkan orang lain sedih gaduh ngan mak mereka. Ishh sialnya -,-

Ada jugak manusia sebergini rupa. Mereka tikam belakangku dan kutuk parents aku. Why are you being so fucking pussies now? You supposed to be my friends after all the moments we're there together.

I bet you forget them all.

I love you. But you choose to be on her back than mine. All you do was agreeing on what she said. Tolonglah, kalau nak blame aku sangat, janganlah kutuk parents aku. Sumpah aku dah tawar hati. Tapi takpe, aku tak menyesal walaupun aku perlu kehilangan diorang.

Its cool. I mean I will miss her. Not the bitch, but her. She was great! But she stopped being a friend and I decide aku pun perlu berhenti dari asyik jadi kutukan dan hinaan yang asyik melekat dekat mulut kau je kan.

Well, aku doakan kau bahagia dengan FAMILY kau yang sempurna dan juga MASCARA dan juga SABUN mandi kau itu. Aku doakan kau selamat didunia dan diakhirat and aku harap kamu dia orang insaf. Insyaallah :)

Pull the trigger, get ready.